BPJS Kesehatan bekerjasama dengan Joint Learning Nertwork (JLN) melaksanakan International Seminar “Current Update of Primary Care Development : Lesson Learned Across Countries” yang dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2017 di Easparc Hotel, Yogyakarta. Acara ini dihadiri sebanyak 100 peserta, dimana 40 peserta merupakan Policy Maker of Private Sector Engagement  (PSE), peserta Health Benefit Policy (HBP) workshop dan perwakilan JLN Facilitator (Ghana, Indonesia, India, Kenya, Malaysia, Mali, Mongolia, Morocco dan Vietnam), 5 orang dari JLN country grup Indonesia, 40 orang CEO dan kantor cabang BPJS Kesehatan dan 15 orang perwakilan Universitas, organisasi profesi dan para pemangku kepentingan pelaksanaan JKN. Acara ini dibuka oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes. dan Ketua JLN Indonesia Prof. dr. Ali Ghufron Mukti M.Sc, Ph.D. Pembukaan acara ditandai dengan penandatanganan MOU antara BPJS Kesehatan dan Joint Learning Network (JLN) Indonesia.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk membangun hubungan yg harmonis antara Indonesia dan beberapa negara untuk dapat berbagi informasi dan pengalaman dalam implementasi Universal Health Coverage (UHC) khususnya optimalisasi pelayanan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Sesi panel dimoderatori oleh Ibu Atikah Adyas, dengan narasumber :

  1. R. Maya Amiarny Rusady (Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan)
  2. Prof. dr. Ali Ghufron Mukti M.Sc, Ph.D (Ketua JLN Indonesia)
  3. Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH (FKM UI)
  4. Koku Awoonor Bso Brmpah (Ghana)
  5. Tham Chi Dung Nguyen Khanh Phuong (MOH of Vietnam)

Isu penting yang disampaikan oleh para narasumber antara lain:

  • Tantangan yang dihadapi BPJS Kesehatan dlm pelaksanaan JKN terkait pengumpulan iuran, dimana sektor informal merupakan pengguna terbanyak dan juga penunggak terbanyak. Terjadi adverse selection dimana peserta mendaftar ketika sakit dan menunggak setelah sehat.
  • Tahun 2016, tercatat customer satisfaction index sebesar 78,6% dan provider satisfaction index sebesar 71% terhadap pelayanan JKN.
  • Pelaksanaan metode kapitasi berbasis kompetensi merupakan suatu upaya kendali mutu dan kendali biaya.
  • Tenaga kesehatan merupakan kunci suksesnya implementasi JKN, namun belum ada pemerataan SDM kesehatan di Indonesia.
  • Pelaksanaan Dokter Layanan Primer adalah untuk peningkatan angka cakupan kesehatan
  • Pembayaran kapitasi hanya digunakan utk private klinik bukan public klinik
  • Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang utilisasi terrendah namun angka rujukan yg tertinggi
  • Dalam 3 tahun terakhir kapitasi tidak ada perubahan tarif sementara inflasi terus naik di angka 14,7%. Hal ini dpt membunuh private clinic secara perlahan
  • Ghana dlm pelaksanaannya berusaha menarik private clinic dpt melaksanakan pelayanan kesehatan di rural area
  • Vietnam menghadapi tantangan yangg besar dalam distribusi pengeluaran biaya kesehatan, di mana untuk sektor primary care hanya 20%
Categories: Events

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *