Tim Peneliti

Mardiati Nadjib

Kurnia Sari

Indira Chotimah

Ery Setiawan

Septiara Putri

Arinditya Septiandri

Detail Peneliti

Kategori:

Health Economics

 

Kerjasama:

Sanofi Pasteur

 

Durasi:

Mei – Desember 2015

Ringkasan Penelitian

Biaya Penyakit Dengue di Indonesia: Estimasi dari Jakarta, Bali dan Yogyakarta

 

Dengue membawa dampak ekonomi yang signifikan dari sisi ekonomi. Namun demikian, data beban ekonomi Dengue lokal masih sering merupakan hasil extrapolasi dari studi-studi international. Studi ini dilakukan untuk melengkapi bukti empiris yang terbatas, terkait perkiraan biaya penyakit dengue, karena pengumpulan data yang bersifat lokal akan memberikan informasi yang lebih akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperkirakan beban ekonomi kasus Dengue di berbagai tipe pelayanan kesehatan di kota Jakarta, Bali dan Yogyakarta.

Metode retrospektif dan prospektif digunakan untuk memperkirakan biaya pada rumah sakit tipe A dan B, rumah sakit swasta maupun pemerintah dan pusat layanan kesehatan. Biaya langsung diambil dari system billing/tagihan dan klaim, sedangkan survey pasien dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai biaya tidak langsung dan out of pocket pada saat keluar rumah sakit dan dua minggu setelahnya.

Data dari 615 rekam medis dari 9 fasilitas kesehatan serta 199 wawancara berhasil didapatkan. Biaya untuk kasus rawat inap rata-rata Rp  6.962.555,03; Rp 6.426.977,68 dan Rp 4.477.851,35 masing-masing untuk Jakarta, Bali dan Yogyakarta. Biaya untuk kasus rawat jalan rata-rata Rp 774.116,68;  Rp  1.093.773,81  dan  Rp 444.236,91 masing-masing untuk Jakarta, Bali dan Yogyakarta. Secara keseluruhan, biaya tidak langsung berkontribusi terhadap 20.6% biaya pada kasus Dengue rawat inap, sedangkan kontribusi untuk kasus Dengue rawat jalan sebesar 38.9%.

Dengue menimbulkan beban ekonomi yang nyata untuk masyarakat dan penyedia jaminan kesehatan Indonesia.  Dengan weighting method, yang mempertimbangkan praktik dan kondisi lokal, data penelitian bisa mendukung pengambilan keputusan di level nasional. Komponen tambahan, seperti biaya pencegahan dan dampak sosio-ekonoi juga perlu dikasi untuk memahami secara komprehensif dampak dari penyakit Dengue.

Research Team

Mardiati Nadjib

Kurnia Sari

Indira Chotimah

Ery Setiawan

Septiara Putri

Arinditya Septiandri

Research Detail

Category: 

Health Economics

 

Support:

Sanofi Pasteur

 

Duration: 

May – December 2015

Research Summary

Dengue Cost of Illness in Indonesia: estimates from Jakarta, Bali and Yogyakarta

 

Dengue results in significant economic expenditure. However, local dengue economic burden data is often, at best, extrapolated from international studies. This study is conducted to complement limited empirical evidence related Dengue cost of illness, since local data collection informs accurate dengue cost of illness estimates. The objective of this study is to estimate the economic burden of hospitalized and ambulatory dengue cases at different health facilities in Jakarta, Bali and Yogyakarta.

Retrospective and prospective methods were used to estimate costs at type A and B, private and government hospitals and health centres. Direct costs were extracted from billing systems and claims, whereas a patient survey captured indirect and out of pocket costs at discharge and two weeks later.  Adjustments across sites based on similar clinical practices and healthcare landscape was performed to fill gaps.

Data from 615 medical records from 8 9 healthcare facilities, and 199 interviews, were captured. The cost of a hospitalized case averaged IDR   6,962,555.03;  IDR 6,426,977.68 and IDR 4,477,851.35 in Jakarta, Bali and Yogyakarta respectively. The average cost of a dengue case treated only in an ambulatory setting was IDR 774,116.68; IDR 1,093,773.81 and IDR 444,236.91. The overall percentage contributed by indirect costs was 20.6% for hospitalized and 38.9% for ambulatory dengue.

Dengue imposes a substantial economic burden for Indonesian public payers and society. Complemented with an appropriate weighting method, accounting for local specificities and practices, these data may support national level public health decision making. Additional components, such as the cost of prevention and the socio-economic impact of dengue, are also needed to understand the full impacts of disease.