Tim Peneliti

Septiara Putri

Ery Setiawan

Detail Peneliti

Kategori:

Health Economics

Kerjasama:

WHO

Durasi:

18 Juli – 29 September 2016

Ringkasan Penelitian

Estimasi Beban Ekonomi Influenza di Indonesia

Influenza merupakan infeksi saluran pernafasan yang dapat sembuh dengan sendirinya atau bahkan menghasilkan komplikasi yang parah. Secara global, influenza mempengaruhi beban pelayanan kesehatan serta mortalitas terutama pada bayi, anak-anak, ibu hamil dan lansia.

Di Indonesia, pada tahun 2015, dari 26 sentinel ILI (Influenza Like Illness), dilaporkan sebanyak 4285 kasus ILI dimana 902 (20%) merupakan kasus positif influenza (Flu A dan Flu B) dengan virus Influenza  A (H1N1pdm09) yang dominan bersirkulasi sejak pertengahan tahun sampai Desember 2015. Selama tahun 2015, dari 6 sentinel, dilaporkan 923 kasus SARI (Severe Acute Respiratory Infection), dengan 95 (10%) kasus positive influenza A dengan virus Flu A (H1N1pdm09) dominan pada tri-semester akhir. Kegiatan surveilans beban penyakit ini dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sebagai proses kontinum dengan estimasi beban penyakit, estimasi beban ekonomi juga diperlukan untuk menghasilkan bukti dan informasi terkait biaya yang dikeluarkan oleh fasilitas kesehatan, pasien dan keluarganya dikarenakan penyakit influenza, serta dapat mendukung pengambil keputusan untuk pencegahan kerugian ekonomi. Ini didasari dengan adanya beban biaya medis langsung dan biaya yang signifikan pada biaya langsung non-medis dan biaya tidak langsung terkait penyakit influenza.

Indonesia berencana melaksanakan studi menghitung biaya yang dikeluarkan terkait influenza.Studi ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran dan menganalisis beban ekonomi yang disebabkan oleh influenza sehingga dapat memberikan masukan tentang prioritas intervensi di sektor kesehatan, terutama dalam situasi dimana sumberdaya yang tersedia sangat terbatas. Penelitian diinisasi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan dijalankan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerjasama dengan Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEKK) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Data yang akan dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder, yaitu dari billing, rekam medis dan mewawancarai pasien influenza. Biaya yang akan dihitung terdiri dari biaya langsung medis, biaya langsung non-medis dan biaya tidak langsung. Terdapat tiga lokasi yang terpilih untuk penelitian ini, yaitu Yogyakarta, Kalimantan Timur dan Sumatera Utara. Setiap satu provinsi terdapat satu rumah sakit dan satu puskesmas terpilih untuk diambil data biayanya.

Dokumen