17 May

The 1st South East Asia Public Health Nutrition (SEAPHN) Conference 14-17th May 2017 in Kuala Lumpur, Malaysia.

Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEKK) Universitas Indonesia kali ini menghadiri The 1st South East Asia Public Health Nutrition (SEAPHN) Conference yang bekerja sama dengan Nutrition Society of Malaysia sebagai bagian dari Konferensi Ilmiah Nasional-nya yang ke-32. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 14 – 17 Mei 2017 di Hotel Istana, Kuala Lumpur. Konferensi kali ini mengambil tema ‘Together in Advancing Public Health Nutrition’ yang bertujuan untuk menyatukan keberagaman para stakeholder untuk saling berbagi dan berdiskusi tentang pengetahuan ilmiah, pengalaman, kebijakan intervensi efektif, strategi, program penelitian, dan peraturan terkini untuk mempromosikan dan mempertahankan gizi kesehatan masyarakat di wilayah Asia Tenggara.
Lebih dari 44 pembicara yang merupakan pakar gizi-kesehatan dunia serta 480 peserta yang terdiri dari ahli kesehatan masyarakat, ahli gizi, dietisien, ahli pangan, penentu kebijakan dari pemerintah, akademisi, pusat penelitian, organisasi profesi dan juga industri makanan yang berasal dari 14 negara di Asia Pasifik menghadiri konferensi yang terdiri dari 12 simposium, oral dan poster presentasi serta penghargaan bagi periset muda ini.
Adapun isu yang dibahas dalam konferensi ini antara lain: update kondisi gizi dan kesehatan di berbagai negara di Asia Tengara, Gizi Manusia dalam Seluruh Daur Kehidupannya (Ibu, Bayi dan Balita, anak usia sekolah), obesitas dan penyakit tidak menular lainya, kebijakan gizi kesehatan masyarakat, Pengalaman dalam mengimplementasikan National Plan of Action (NPAN) di tiap negara Asia Tenggara beserta kisah sukses dan tantangannya, metode terbaru dalam penilaian asupan makan dan database komposisi makanan, defisiensi gizi mikro, aktivitas fisik dalam mempromosikan kesehatan yang optimal, serta peran komposisi dan makanan fungsional dalam promosi kesehatan.
Dalam konferensi kali ini, diperoleh informasi bahwa seluruh negara Asia Tengara mengalami isu kesehatan yang sama, yakni double burden of nutrition, dimana gizi kurang, meskipun cenderung menurun prevalensinya, masih memerlukan perhatian, namun di sisi lain, gizi lebih dan penyakit tidak menukar yang berkaitan dengannya semakin meningkat dan menurunkan produktifikas penduduk. Oleh karenanya, berbagai strategi dilakukan oleh tiap negara sesuai dengan karakteristik penduduknya dan dalam kesempatan kali ini, setiap negara berbagi pengalaman kesuksesan dan pembelajaran yang dapat diraih, baik untuk negaranya, maupun negara lain di masa yang akan datang.